Label

Minggu, 06 November 2011

ranting

dari buku "cacing dan kotoran kesayangannya 2" di ilustrasikan:
dalam kejadian ini Ajahn (guru) Chah memungut sebuah ranting di pinggir jalan. ia berbalik dan berkata, "Brahmavamso, apa ini berat?". sebelum saya bisa menjawabnya, ia sudah melempar ranting itu ke semak-semak, lalu berkata, "lihat kan, itu hanya berat jika kita melekat padanya." ya, kayu itu hanya berat ketika kita memegangnya. namun begitu kita melepaskannya tidak akan berat lagi.
ranting ini sama seperti masalah atau beban kita. apa yang menjadi beban kita sekarang? pekerjaan? uang? keluarga?kanker? apakah itu berat?????? hanya berat jika kita terus memegangnya.

Kamis, 03 November 2011

kebahagiaan

apa sebenarnya kebahagiaan itu. sebagaimanapun banyaknya orang yang mendefinisikannya. kita akan merasa paling cocok dengan definisi yang kita buat sendiri. tapi kebahagiaan tak perllu dan tak bisa didefinisikan. yang penting kita bisa merasakannya. seperti sekarang aku tengah merasakan kebahagiaan meskipun dengan segala keternatasan yang kupunya....
bagiku aku bahagia...... bukan karena aku memiliki semua yang aku inginkan
tapi karena aku mensyukuri apa yang aku punya.....
semoga kebahagiaan ini tetap menyertaiku  dan orang-orang disekitarku....
amin....

Jumat, 28 Oktober 2011

k.e.c.e.w.a

dengarkanlah hanya tuk kali ini
kan ku katakan isi hatiku
semuanya kan kuungkapkan
coba ku lihat
apa kau mengerti
karena semakin hari
kita jalan bersama
tapi aku tak mengenal siapakah dirimu

jika memang
cinta (pertemanan) kau dan aku 
harus berakhir dan menyakitkan
kuterima pastikan kurelakan
biar tanpaku kau bahagia

karena semakin hari kita jalan bersama
tapi ku tak mengenal siapakah dirimu
sudah lelah kurasa kuselalu mengalah
atau memang kau inginkan cukup sampai disini
kau takkan pernah tau dan menyadari hancurnya hati ini

wahhhhh nih lagu sedikit mewakili perasaan gw kemarin2,,,,,
perasaan kecewa teman jalan yang tak mengerti dan tak dimengerti...... tapi z rasa kekecewaan ini akan cukup sampai disini... g ada manusia yang sempurna... dia juga g sempurna n ndak berusaha menyempurnakan dirinya. sudahlah 

hari ini sepertinya adalah titik tolak dari hari-hariku kemarrin.....
hufffff akhirnya bisa terlewati juga
capek juga ternyata memendam rasa jengkel......
akhirnya hari ini bisa menyanyi senang

makasih buat teman2 yang mengembalikan kata-kata yang pernah kuucapkan padanya...
makasih tetap bersabar menghadapiku yang menjadi bukan diriku akhir-akhir ini...
tenang...., nggak akan ada lagi sakit hati.....
kuikhlaskan semuanya...
biar Tuhan yang balas
semoga dibukakan pintu hatinya teman2 kita yang disana....
yang masih jadi budak emosinya.... yang masih jadi budak akan hasratnya...
semoga kita semua masih mampu saling mengingatkan......

aku tau mungkin sampai kapanpun kalian nggak akan pernah baca ini, tak mengurungkan niatku untuk bilang makasih lewat ini...

Kamis, 27 Oktober 2011

love me for who i am

heran,,,,, bingung,,,,,,,,,,,,,,, benci,,,,,,,,,,,,sedih,,,,,,,,,, semuax.

saya hanya ingin semua orang bisa menerimaku apa adanya....
JUST LOVE ME FOR WHO I AM
saya benci kondisi seperti ini... Tuhan,,, bantu aku keluar dari masalah ini....
Tuhan,,,, bantu aku tetap sabar......
Tuhan,,,, semoga aku tetap kuat tak menghujat meskipun seseorang disana menfitnahku
Tuhan,,, semoga cepat Engkau perlihatkan kebenaran agar mereka belajar





BOSANNNNNNNNNNN



sedih


bingung.,,,,,,,





 

Selasa, 25 Oktober 2011

aku bukan merajuk

awalnya semua berjalan lancar, tak kusangka akan berakhir seperti ini. siapa yang salah? tentu saja dari sisi mereka aku yang salah, tapi jika kalian mau mencoba berpikir dari sisiku, tentu kalian akan melihat bahwa aku tidak salah sama sekali dalam hal ini. padahal kemarin malam kita semua sudah saling mengeluarkan unek-unek. dan pagi inipun kita sedang asik foto-foto. tapi entah ide dari mana sehinggah kalian berpikir untuk menceburku ke air laut. padahal kamu tau aku sangat tidak menyukai hal itu. aku yang mencium kejahilan kalian lari semampuku, tapi karena lariku lambat makax kalian bisa mengejarku. setengah mati kupertahankan posisiku. aku berkeras, melepaskan semua genggaman kalian semua. mempertahankan kamera tetap di tanganku agar kalian tidak menceburku ke laut karena kamera itu. tapi aku sendiri dan kalian banyak, setelah sekian lama, akhirnya pertahananku kalah. entah siapa saja yang menyeretku ke laut, aku tak ingat lagi. intinya ada yang memegang tanganku, ada yang menyeret kakiku dan ada yang setengah mati mengambil kameraku.
pada akhirnya terwujud keinginan kalian, aku berhasil dibawa ke laut. dan seelah itu  kalianpun puas, kalian tidak melihat sakit dalam hatiku. aku bergegas ke darat, tak memperdulikan seorangpun diantara kalian. saat di banguanan kecil dipinggir laut, aku menyeka air mataku. dan salah seorang diantara kalian mengatakan kalau aku menangis. mungkin sedikit dari kalian ada yang menyesal. tapi itu tak mengubah apa-apa saat itu. intinya aku masih sakit hati. mungkin menurutmu aku keterlaluan hanya karena persoalan seperti itu aku marah. dalam diam aku bergegas mengganti pakaian, anak-anak yang lain yang tak mengerti masalah menatapku keheranan. kamu mengejarku tapi tak kuperdulikan kau sama sekali. tak sepatah katapun keluar dari mulutku. kalian tak mengerti perasaanku. aku hanya berpikir aku tak pernah meminta banyak dari kalian, aku hanya ingin kalian mengerti bahwa ketika aku berkata tidak iu artinya tidak, mau hal itu sekecil dan seesepele apapun. aku hanya berpikir sekian lama kita berteman, dan aku tak pernah menuntu apapun, aku selalu mengerti kalian, tapi kenapa persoalan kecil begitu kalian tak mengerti. mestinya kalian bisa tau kalau aku sangat tak suka ketika tak kulepas kamera dari tanganku meskipun sudah sangat dengan air., itu artinya aku memilih kamera itu rusak hanya agar aku tidak ke laut.
sejujurnya ini bukan persoalan air lautnya, tapi sesuatu yang tidak saya ingini tPI kalian paksakan. saat itu setelah ganti pakaian, aku masih tak memperdulikan seorangpun diantara kalian, aku hanya langsung ke tenda. meskipun kondisi tenda saat itu sangat panas, aku tak perduli. kuambil jaket menutupi mukaku, kemudian aku menangis. kemudian salah seorag diantara kalian membujukku. dan yang lain diluar tenda bercerita tentang aku, menceritakan kalau aku tak suka dibujuk. oke hal itu adalah benar bahwa aku tak suka dibujuk. tapi kemudian dia menambahkan kalau saya dibujuk dan saya marah saya bisa mencaci keluarga mereka. aku semakin sedih mendengarnya, karena yang berkata begitu adalah teman dekatku yang belum pernah sekalipun saya kasih begitu. kapan saya pernah marah padanya seeperti itu. ketika saya tidak suka sesuatu aku hanya diam, mana mungkin saya akan membawa-bawa keluarga kalian, apa salah mereka. belum lagi ketika dia menceritakan kelemahanku yang lain yang dia besar-besarkan. sakit hatiku mendengarnya, tapi aku tak akan muncul di depan mereka dengan kondisiku seperti ini. sudahlah.... agi mereka aku gampang sekali merajuk. padahal seandainya mereka tau, aku bukan merajuk, aku menghindar karena aku benci menangis di depan orang lain. tak ada dendam sama sekali dalam hatiku,

memiliki kehilangan

aku sangan menyukai kata-kata ini, "memiliki kehilangan". meskipun aku tak tau makna sebenarnya seperti apaa. tapi kadang-kadang aku merasa kalau kata-kata ini mewakili sepotong kisahku. memiliki kehilangan. entahlah apakah perasaan yang sekarang aku alami adalah sesuatu yang semacam itu. aku kehilangan sesuatu yang baru-baru saja aku miliki. atau mungkin lebih tepatnya, aku baru merasa memilikinya setelah aku kehilanganx.

kadang aku berpikir
sanggupkah kita terus coba
mendayung perahu kita
menyatukan ingin kita
sedang selalu saja
riak yang kecil mengusik
bagai ombak yang kencang
goyahkan kaki kita